Berbagi tak pernah rugi

Selamat datang di blog saya yang sederhana ini, di blog ini saya tuangkan apa2 yang menjadi kebiasaan saya, pengalaman saya, hobi saya dll yang mungkin sepele tetapi mungkin bisa membawa manfaat bagi anda yang membacanya. Saya berharap blog ini bisa mencerminkan prinsip saya yaitu "Berbagi Tak pernah Rugi" . Dan bagi pembaca yang punya uneg - uneg atau kritik silahkan beri komentar, selain sebagai masukan juga bisa sebagai koreksi diri bagi saya. Atau bagi yang mau mengcopy artikel saya silahkan saja tapi jangan lupa lampirkan sumbernya ya..
Sehubungan banyaknya pertanyaan via sms yang masuk dan cukup menyedot pulsa, mohon kalau ada pertanyaan bisa menelpon, via komentar atau email.



Senin, 09 Juli 2012

Membuat pot vertikultur dengan pipa paralon.

Sebagaimana posting saya beberapa waktu yang lalu mengenai vertikultur, saya berjanji akan memposting bagaimana cara membuat pot vertikultur dengan pipa paralon. Nah pada kesempatan kali ini saya akan uraikan cara – cara pembuatannya. Berhubung pipa yang saya gunakan adalah pipa paaralon limbah ukuran 5”, saya kesulitan jika melubanginya menggunakan gergaji dan api untuk memanasi pipa tersebut karena factor ketebalan pipa, sehingga saya melubangi pipanya menggunakan bor listrik. Adapun bahan dan peralatan yang diperlukan adalah sbb :
Untuk pembuatan cor beton sebagai dudukan pipa :
    • Pasir + kerikil
    • Semen
    • Baskom ukuran sedang untuk cetakan
    • Pipa paralon
    • Cangkul dan cetok
Caranya :
  • Aduk campuran semen, pasir dan kerikil dengan perbandingan sebagaimana kita membikin cor beton bangunan
  • Masukkan campuran ke dalam baskom dengan pipa paralon ditaruh ditengah baskom sebagai mal besaran lubang
  • Setelah beberapa saat (campuran agak mengeras), putar pipa paralon agar lubang tidak terlalu pres dengan ukuran pipa dan agar tidak lengket sehingga mudah dalam melepas pipa ketika nanti campuran mengeras.
  •   Cabut pipa paralon ketika campuran sudah mengeras dan balikkan baskom untuk melepas baskom dari campuran.
                                       

  • Haluskan dan rapikan lubang pada cor untuk memudahkan memsaukkan pot pipa nantinya.
  • Untuk pembuatan pot pipa paralon :

    • Pipa paralon minimal ukuran 4”
    • Bor listrik + mata bor diameter 40mm – 50mm
    • Spidol
    • Meteran/mistar penggaris.
Cara pembuatannya :
  • Potong pipa dengan panjang sesuai keinginan. 1 pipa dengan panjang 4 m bisa dibagi 2 atau 3.

berhubung bahannya berupa pipa bekas panjangnya tidak sama
    • Buat titik – titik pemboran dengan jarak 10 cm dengan menggunakan spidol. Usahakan posisi titik berselang seling agar tanaman bisa mendapatkan area tumbuh yang sama. Jarak antar titik bisa disesuaikan dengan keinginan kita.
    • Lakukan pengeboran sesuai dengan titik – titik yang sudah ditentukan.
                                                        
    • Pasang pipa paralon pada dudukan cor semen yang sudah dibuat sebelumnya, dan pot siap digunakan.
Pot sudah jadi dan siap diisi media tanam untuk ditanami.
Dalam aplikasinya nanti, untuk mempermudah penyiraman bisa menggunakan pipa paralon kecil yang sudah dilubangi kecil – kecil di sekelilingnya dan ditempatkan di tengah pot pipa. Akan tetapi saya untuk saat ini masih menggunakan botol air mineral yang sudah saya potong bagian bawahnya kemudian saya lubangi kecil – kecil di bagian dekat leher botol. Selanjutnya botol tersebut saya pasang terbalik (bagian tutup botol dibawah)dan botol sebagian saya benamkan dalam media tanam. Penyiraman saya gunakan gayung dan disiramkan melalui botol botol tersebut.  
Demikian uraian dari saya semoga bisa bermanfaat bagi rekan rekan yang membaca blog ini

170 komentar:

  1. Mantap pak.....tulisan anda membuat saya terangsang untuk segera memiliki tanaman ala vertikultur setelah sekian lama cuma' ingin' saja tapi belum terlaksana. salam sukses.

    BalasHapus
  2. terimakasih mas pras sudah mau mampir ke blog yg sederhana ini, semoga segera terlaksana dan salam hijau...

    BalasHapus
  3. wuih... kayaknya neng mburi omah ana pralon 4" nganggur .... nyoba gawe juga....

    BalasHapus
    Balasan
    1. pralon 4" pas kuwi ..nglubangi ora perlu nganggo bor (soale mata bore larang) tapi cukup nganggo graji trus dipanasi bekas gergajiane. Nek pralone wis lembek trus dicowek nganggo kayu opo gagang pisau.
      Sing penting ndang dilaksanakke ojo mung diangen angen

      Hapus
    2. kalo ditanemi bawang merah sukses kira2 mas??? apa akarnya ndk kekurangan ruang?

      Hapus
    3. Kalau saya belum pernah mencoba full 1 paralon ditanami bawang merah. Tetapi dari beberapa sumber yg saya baca hasilnya cukup bagus sepanjang syarat2 tumbuh bisa terpenuhi.

      Coba tengok link ini : http://klinikpertanianorganik.blogspot.com/2012/09/bertani-di-lahan-sempit-ala-suhadi.html

      Hapus
  4. Terimakasih informasi yang sangat berharga ini, semoga bisa bermanfaat untuk saya secara pribadi, terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama - sama mas...segera saja kita aaction biar segera terwujud halaman kecil nan asri.

      Hapus
  5. Pak Teguh,

    Maaf,saya mau tanya...
    Itu bagaimana cara menanam-ya yah?maksudnya tanaman dimasukkan ke lubang2 tsb?kalau iya...apakah bapak bisa juga jelaskan step by step-nya....saya juga mau belajar menanam tanaman organik...jadi tolong di share yah
    Thanks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Ida, cara pananamannya mudah kok. Pipa paralon yang sudah dilubangi diposisikan tegak dengan ditanam ditanah atau pakai dudukan cor seperti digambar, kemudian masukkan media tanam (campuran tanah, pupuk kandang dan sekam). Agar tanah tidak terhambur melalui lobang samping, sebaiknya lubang ditutup dulu dengan lakban. Setelah pipa penuh dengan media tanam, siram air secukupnya supaya media tanam betul2 memenuhi pipa tersebut. Karena kalau nggak disiram dulu biasanya ketika ditanami kemudian disiram akan terjadi media ambles sehingga tanaman juga akan ikut masuk kedalam paralon. Setelah yakin media tidak ambles, buka lakban di setiap lubang dan bibit sayuran siap ditanam disetiap lubang yang ada disekeliling pipa. Lihat contoh gambar pada artikel bertanam selada.

      Hapus
  6. yulianto - palangkaraya10 September 2012 07.50

    Bagus mas Teguh, saya juga sudah memulai tanam sayur secara vertikultur dengan rak dan paralon. Untuk alas paralon saya gunakan pot yang agak pendek di dalamnya saya cor, paralon di dasar cor saya lubangi sehingga pot masih dapat ditanami dan lebih asri dan manis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mantab mas Yuli..sekarang saya lagi coba2 mengajak teman2 kerja dan tetangga untuk menerapkan sistem ini. Alhamdulillah teman2 mulai pada tertarik dan mencoba...
      Saya sekarang juga lagi coba2 hidroponik sederhana, tapi ada beberapa tanaman yang gagal..

      Hapus
  7. Salam kenal pak teguh..

    Mau tanya pak.. Tanaman yang cocok dg metode vertikultur apa ya..?
    Kelihatnnya menarik, pengen nyoba..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga mas Sholichin...
      Untuk vertikultur, tanaman yang cocok adalah tanaman semusim misalnya sawi, selada, bayam, kangkung dll. Kalau mau coba, tanam dulu yang mudah2 seperti bayam atau kangkung.

      Hapus
  8. Mas, saya ijin share via FB ya...matur suwun

    BalasHapus
    Balasan
    1. silahkan..saya justru berterima kasih . Mudah2an bisa membawa manfaat bagi yang membacanya.

      Hapus
  9. mantab betul ini tulisannya. mo tanya nih Pak klo buat tanaman hias bagusnya tanaman apa ya? atau cuma tanaman semusim aja seperti yang di contohkan? suwun.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh..kalau untuk bunga saya belum pernah coba mas. Dulu saya suka tanam bunga sih, tapi belum pernah coba pakai sistem vertikultur dan sekarang bunga saya tinggal jenis anthurium saja. Tapi mungkin bisa di coba tanam bunga petunia, karena selain cantik dan kaya warna, petunia termasuk juga dalam golongan bunga semusim. Sebenarnya kenapa kok lebih cocok tanaman semusim, karena dalam pot vertikultur ini kandungan haranya sangat terbatas. Sehingga untuk tanaman yang hidupnya lama kemungkinan akan kekurangan unsur hara.

      Hapus
  10. wah untung ada blog bapak...saya juga lagi pingin coba teknik vertikultur, cuman bingung gimana buat pipa paralonnya. kalau sudah baca ini baru tahu gimana buatnya makasih ya pak!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama2 mbak..selamat mencoba. Mari kita hijaukan pekarangan rumah kita...

      Hapus
  11. Nice info, oh ya kalo untuk campuran tanahnya apa harus tanah biasa atau pake campuran tertentu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk campuran tanahnya : tanah + pupuk kandang/kompos + sekam bakar. Perbandingan 1 : 1 : 0.5 atau sesuai kondisi media. Yang penting usahakan media subur dan gembur

      Hapus
  12. mantap idenya pak, saya malah kesulitan menyiram tanaman pada vertikultur saya, ga kepikiran nanam paralon kecil di dalamnya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih mbak Fietha, tapi kalau nggak begitu banyak potnya lebih enak pakai botol air mineral bekas yang dilubangi kecil2 bagian lehernya dan bagian bawah botol dipotong. Kemudian posisikan terbalik dengan sedikit bagian leher botol dibenamkan ke media. Isikan air + nutrisi ke botol dan air akan merembes ke media tanam sedikit demi sedikit.

      Hapus
    2. pak teguh ikut tanya, kalau dengan sistem siram seperti itu berarti tidak perlu tanam paralion di dalam ya? lebih simple dan mudah, tapi pertanyaannya apakah nutrisi/air bisa dipastikan sampai di tanah yang bagian bawah? apakah tidak terjadi kesenjangan misalnya bagian atas kebanyakan air/nutrisi tapi yang bawah kurang? mohon pencerahannya. Terimakasih

      Hapus
    3. Klo media tanam kondisinya gembur, air nutrisi akan meresap secara merata dan tanaman dari atas ke bawah bisa tumbuh rata.

      Hapus
  13. Terima kasih mas teguh. Sangat bermanfaat sekali infonya untuk pemula seperti saya. Oh iyah saya mau menanyakan. seberapa besar diameter lubang untuk tanamannya/ Apakah cukup sebesar lubang satu kali bor saja? Atau bor harus dilakukan secara melingkar untuk mencapai diameter tertentu?
    Berhubung saya masih baru =) agak sulit membayangkan susunan botol mineralnya. boleh dijelaskan atau diberikan gambaran supaya dapat lbh mengerti. terima kasih banyak yaaaah... (Dila)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mbak Dila sudah mampir ke blog saya. Langsung saja, untuk pengeborannya cukup satu bor tapi pakai mata bor khusus. Saya pakai mata bor 44 gerigi (seperti gergaji tapi melingkar), tapi harganya cukup lumayan mahal. Kalau hanya sekedar coba2 lebih baik menggunakan gergaji saja. Caranya pipa paralon digergaji mendatar sekitar 5 cm, kemudian bekas gergajian dipanasi dan ditekan pakai pipa bagian atas ditekan masuk dan bagian bawah ditekan keluar. Contoh gambarnya ada di artikel “Bertanam Sayuran Dipekarangan (1) : Kangkung”.
      Adapun untuk penyiramannya caranya botol bekas aqua 1,5 ltr dipotong bagian bawahnya. Kemudian disekeliling leher botol dilubangi kecil2 pakai jarum/peniti. Letakkan botol dibagian atas pipa paralon dengan posisi kepala botol (bagian yg ada tutupnya) dibawah dan dibenamkan ke dalam media tanam. Siram/isikan air (+pupuk cair) ke dalam botol tersebut dengan menggunakan gayung. Biarkan air merembes melalui lubang2 kecil disekitar leher botol. Air rembesan akan turun sampai ke media tanam yang paling bawah.

      Hapus
  14. Terimakasih Mas Teguh atas tulisannya, sangat membantu saya dalam mencari teknologi buat materi saya dalam penyuluhan dilapangan, ironis sekali kalo kita lihat di TV masih banyak masyarakat kita yang kekurangan Gizi padahal kalo mau berusaha sumber bahan makanan dengan mudah diperoleh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2 mas...betul yang sampeyan katakan. Andaikata setiap keluarga menyempatkan untuk memanfaatkan pekarangan rumah masing2 (biarpun sempit) untuk bertanam sayuran niscaya kebutuhan kebutuhan gizi dari sayuran akan terpenuhi. Dan yang jelas lebih higienis karena terhindar dari residu pestisida.

      Hapus
  15. pas banget sama halamanku yang imut...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul pak, dengan ramuan media tanam yg pas dijamin tanaman subur menyenangkan...

      Hapus
  16. pak teguh terima kasih ya atas semua ide ide yang sdh bapak share ke semua orang yg memang butuh tips tips jitunya bapak,semoga allah selalu menyertai bapak dan keluarga.amin ya robb.
    ( ivo susilawati bekasi )

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama2 mbak, semoga tulisan ini membawa manfaat bagi siapa saja yang membacanya. Amien

      Hapus
  17. pak saya coba kembangkan ide bapak membuat pot dari paralon, tapi untuk tanaman merambat (setahu saya bapak kurang suka dengan tanaman merambat hehe)setelah paralon di lubangi dengan bor, saya masukan sumpit bambu kedalam lubang lubang yg telah dibuat, dan paralon saya letakkan di dalam pot. lalu saya gunakan adonan semen kurang lebih seperempat bagian dari tinggi pot,pada bagian samping pot saya buat beberapa lubang untuk drainase.nahh saya tinggal tunggu hasilnya seperti apa ya tanaman merambat yg di tanam dengan sistem seperti ini,o ya saya coba dengan menanam pohon pare (paria )
    ( ivo susilawati )

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selama kebutuhan nutrisinya terpenuhi, tanaman dijamin subur deh mbak.

      Hapus
  18. saya juga praktisi vertikultur mas! yang pinginn saya tanya njenengan pernah coba nanam bawang merah belum? mergo saya pingin banget njajal nanam bawang merah dengan sistem ini tapi mengingat harga benih yang mahal kok saya merasa perlu referensi dulu ben gak rugi gtu lo mas. saya pakai paralon 3'' andgan jarak yang sama dengan njenengan 10 cm dan selama ini nanam seledri ama kacang kapri dan hasilnya sangat memuaskan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk yang bawang merah saya belum coba pak, dari referensi yang saya baca bisa tumbuh tapi umbinya kecil2. Infonya sih biarpun umbinya lebih kecil tapi lebih berisi. Nutrisinya pakai organik. Kalau menurut saya pak, kayaknya lebih menguntungkan tanam seledri deh karena selain harganya cukup lumayan, juga bisa dipanen berkali kali.

      Hapus
  19. terima kasih banyak mas atas info menanam secara vertikultural.. di daerah rumah saya memang banyak lahan pertanian.. tapi kalo untuk cara bertanam yang satu ini kayaknya masih cukup asing di daerah saya.. saya akan mencoba mengenalkan pada tetangga2 sekitar... kalo boleh tanya,media tanah yang di masukkan kedalam pot paralon tersebut keadaanya agak di gemburkan apa agak sedikit di padatkan.. soalnya kalo saya melihat cara bertanam ini agak sedikit bebeda...???? terima kasih banyak mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Medianya diusahakan yang gembur pak. Saya biasa pakai tanah + pupuk kandang + sekam dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Adapun untuk penyiraman lewat lubang paralon bagian atas. Supaya air tidak terhambur dan media tanamnya hanyut ketika menyiram, untuk penyiraman gunakan botol plastik bekas yg dipotong bagian bawahnya. Kemudian lubangi kecil2 disekitar leher botol. Letakkan botol dibagian atas paralon dengan posisi terbalik dengan dibenamkan sampai sebatas leher botol. Siram dengan air (bisa jugadicampur pupuk), biarkan air merembes kebawah melalui lubang2 kecil dileher botol sampai seluruh media tersiram dengan rata.

      Hapus
  20. mantap infonya. Saya baru coba sistem pralon tegak ini juga mas. tapi karena salah, posisi atas pralon saya beri tanaman cabe. Cabenya cukup subur. Cuma karena sering kena guyuran hujan, akhirnya tanahnya turun dan menyembul ke lubang2 (lubangnya terlalu besar). Tapi dari dialog di blog ini, Jadi paham. (wisnu, Tabalong)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ha..ha...sama seperti teman saya mas, dia buat lubangnya terlalu besar sehingga tanahnya keluar lewat lubang2 sekitar paralon. Tapi kita harus tetap semangat. Dari mencoba kita akan tau kekurangannya dimana. Kan ada pepatah "You'll never know until you've tried"

      Hapus
  21. wah mantap nih..tapi kalau saya lebih tertarik yg dibakar dipostingan bapak yg lain. oya saya minta foto-fotonya yah..buat bikin pot paralon juga, salam dari Banjarmasin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebetulnya memang lebih enak yang dibakar dalam penggunaannya karena tanah tidak melorot. Adapun saya gunakan bor karena paralon yg saya pakai ukuran 5" dan tebal dan kalau dibakar susah lembeknya. Jadi terpaksa dibor saja.Maklum paralon gratis pak, limbah sisa casing pemboran. Kalau untuk foto2 apa yang ada diblog ini silahkan dicopy saja, karena kalau untuk cara pembuatannya saya belum buat foto2nya soalnya sudah lama.

      Hapus
    2. kalau yg 5" susah dicari ditempat saya pak.. Oya mata bor ukuran besar kayak gitu berapa harga pak?

      Hapus
    3. untuk yg 5" memang susah, kalaupun ada harganya mahal sekali. Kalau mau buat vertikultur paralon saya sarankan pake yg 4" dan cari yg harganya paling murah. Karena murah jadinya kan tipis, jadi mudah untuk dilubangi. Apalagi kalau buat lubangnya pake yg model dibakar. Nah kalau mata bornya agak mahal mas. Saya beli yg lalu harganya 295 ribu. Kalau mau cari bilang saja namanya 'hole saw'. Tapi ada juga yg murah harganya 80 ribu.

      Hapus
    4. oya, mahal juga yah. sejak kemarin sampai tadi malam saya coba bikin yang dibakar pak, kurang rapi tekanan saya, jadi agak bergelembung..lumayan lama juga bikin 1 meter, hampir satu buah lilin. hehe..dikasih cat mungkin agak elok kayaknya yah.soalnya hitam-hitam kena asap lilin..he

      Hapus
    5. betul mas, kalau mau bikin yang dibakar bagus pakai pelita bikinan sendiri (hemat). Nah kalau untuk keindahan memang sebaiknya dicat untuk menutupi hitam2 gosong bekas bakaran.

      Hapus
    6. oya pak, kalau nanam selada misalnya, apakah seed selada langsung dimasukin ke lubang paralon itu atau semai dulu? kalau semai dulu diusia berapa bisa dipindah?

      Hapus
    7. Kalau yang paralon model dibakar, seed bisa langsung ditaruh dilubang tanam. Masukkan 3 biji selada, nanti kalau udah tumbuh sisakan 2 tanaman yg bagus saja. Tapi kalau pakai paralon yg dibor, sebaiknya biji disemai dulu. Setelah muncul daun asli 3-5 helai bibit dipindahkan ke lubang tanam. Biasanya usia 10-14 hari bisa pindah tanam.

      Hapus
    8. oh gitu, oke deh pak, akan saya coba, terima kasih bimbingannya..

      Hapus
  22. Pak apakah tanah yang sudah pernah ditanami dapat dipakai lagi untuk menamam?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa, tetapi lebih baik kalau dicampur lagi dengan sekam dan pupuk kandang dengan takaran yang lebih sedikit.

      Hapus
  23. Assalamualaikum, Mas tanya titik pengeboran yang rapat untuk sayuran apa saja dan titik pengeboran yang jarang unutk sayuran apa saja....?????
    Jazakallahu Khairan
    Muslimin
    Pontianak

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaikumussalaam warahmatullahi wa barakaatuh, titik pengeboran yang rapat bisa untuk tanam sawi, selada, seledri dan jenis sayuran daun yang lain. Kalau yang jarang bisa untuk tanam cabai, tomat atau bahkan timun.

      Hapus
    2. kalo jarak pengeboran yang rapat berapa mas ?

      Hapus
    3. saya biasa pakai jarak 10 cm. Tapi jangan lupa di saling silang (model diagonal) supaya tanaman tidak saling bertumpuk.

      Hapus
  24. Pak Teguh, nanya lagi, hehe, mata bor yg gitu bisa buat kayu juga gak? saya pernah liat di toko bangunan, ada yang harga Rp66.900,-.

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk kayu bisa mas, tapi kalau yang harga segitu biasanya yg terdiri 6 biji/set dan kurang kuat untuk ngebor pipa paralon (kecuali paralon yg tipis). Yang lalu waktu saya beli mata bornya harga 293rb. Tapi memang kuat sekali dan bisa juga untuk ngebor pipa yg tebal. Yah terpaksa saya beli karena pipa paralonnya tebal sekali.

      Hapus
    2. oh gitu, kalau gak salah paralon warna putih lebih tipis dari paralon maspion yah. kalau mau ngasil lobang ke kayu bisa patah kayaknya ya pak..

      Hapus
    3. iya, ada paralon yg tipis kalo nggak salah merk "Superior". Saya yg lalu beli yg ukuran 1" harganya cuma 20rb. Padahal yg merk lain harganya sekitar 28-30rb. Boleh jadi untuk yg ukuran 4" pastinya juga lebih murah dibanding merk lain.
      Kalau pake "hole saw" yg harga segitu kayaknya memang gak kuat untuk nglubangi kayu mas.

      Hapus
    4. iya ya, sip deh, syukran jazila pak.. :-)

      Hapus
  25. siang pak,,,, saya mau nanya pak,,, ditempat saya sekam sulit didapat pak,, kalo untuk pengganti sekam itu apa yg cocok ya pak,,,, mhon bantuannya pak,, ade pekanbaru,riau

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebetulnya fungsi sekam adalah untuk penggembur media. Selain itu sekam juga tahan menyimpan air. Jika susah mendapatkan sekam bisa saja digantikan dengan kompos, cocopeat/serbuk sabut kelapa atau serbuk gergajian kayu. Prinsipnya dengan campuran tersebut tanah tidak memadat, sehingga media tanam tidak melorot dan mengakibatkan tanaman ikut tertarik kedalam pipa paralon. Yang bagus ya cocopeat, tapi mungkin harganya agak mahal.

      Hapus
  26. serbuk gergaji kayu yg halus atau yg kasar pak,,,,?? kalau tanah dan pupuk saja bagus gk pak,,?? bsa gk pakai paralon

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau ada yang halus. Kalau tanah sama pupuk saja biasanya tanahnya nanti memadat dan mengeras sehingga media tanam kurang gembur dan akar tanaman kesulitan untuk berkembang. Untuk wadah tanam bisa pakai selain paralon, tetapi dengan paralon kelihatan lebih rapi dan bisa mengefesienkan lahan yang ada.

      Hapus
  27. siang mas ndengan heru d timika...mas mau tanya untuk media semennya yang buat dudukan pipa berart bawahnya tetep berlubang ya mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas, sebetulnya kelemahannya adalah nggak bisa dipindah karena kalau dipindah media bisa tumpah. Nah kalau mau yg lebih bagus, setelah dudukan jadi, dilubang dudukan dicor lagi dengan semen (jangan terlalu tebal)sehingga pipa tetap bisa berdiri tetapi kalau dipindah media tanam tidak terhambur.

      Hapus
  28. Malam Pak.... untuk diameter lobang tanam yg ideal brp ya pak.. Saya pk paralon tebal 6 inchi... Krn terlalu semangat nyoba bor baru setelah jadi diameternya 6.5 cm... Wah apa tanahnya nanti gak pada longsor / tumpah yaa... Trus ditanam apa ya yg terlanjur dgn diameter 6.5 cm... Selada cocok kali ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh...kalau diameter segitu bisa dipastikan tanahnya akan tumpah tuh . Saya pakai lubang bor diameter 1,5 inchi atau kurang dari 4 cm. Teman saya pernah coba bor diameter 5 cm tanahnya pada tumpah mas.
      Kalau untuk tanaman bisa ditanam tanaman sayuran apa saja yang penting diakalin supaya tanahnya nggak tumpah. Saran saya untuk medianya dikasih campuran sekam yang agak banyak.

      Hapus
    2. Saya coba akalin, lobangnya ditutup pakai gelas cup yang dipotong bawahnya sedemikian rupa agar bisa menahan tanahnya biar gak tumpah... Moga2 bisa walau agak repot juga...hehe

      Hapus
    3. Oya Pak.. untuk paralon yang ditanam di tengah itu sampai bawah atau setengahnya saja cukup kali ya... saya pakai yang 1/2 inch trus saya bor pinggir2nya & dopenya jg...

      Hapus
    4. pipa kecil yg ditanam ditengah cukup setengah atau dibawahnya sedikit mas. Tapi lubangnya jangan terlalu besar karena tanahnya bisa terdorong keluar. Atau kalau mau lebih praktis pakai saja botol plastik 1.5 ltr dengan posisi dibalik. Leher botol dulubangi pakai jarum, dan pangkal botol dipotong untuk nuang airnya. Nanti air akan merembes pelan2. 1 pipa cukup disiram 1 gayung air (kadang plus MOL). Selamat mencoba dan jangan pernah bosan untuk mencoba...

      Hapus
  29. mas utk bagian bawah ada lubang gk ya, maksudnya utk keluarnya air yg disiram

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada, dudukan semennya kan berlubang. Jadi air keluar lewat lubang paralon yg bawah.

      Hapus
  30. mantap........ ini ilmu yang berharga untuk mempercantik halaman sekaligus dan tanaman yg menyehatkan, tapi.... kang bagaimana cara pemeliharaannya...?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maksudnya untuk pemeliharaan tanamannya? untuk pemeliharaan tanaman bisa dilihat diartikel bertanam sawi atau selada.
      Kalau untuk pemeliharaan/mantain rutinnya, cukup setelah panen pot dicabut dari dudukan kemudian dibersihkan. Tanah bekas tanam dicampur lagi/ditambahin lagi dengan pupuk kandang. Tanah/media tanam dimasukkan lagi kedalam pot dan siap untuk ditanamin lagi.

      Hapus
  31. sii...p, saya berminat belajar vertikultur, trims, semoga berkah...amiin...3x

    BalasHapus
    Balasan
    1. siiip juga pak, semoga berhasil...amiin

      Hapus
    2. kalo gak pk cor beton, tp langsung ditancep di tanah gimana??? tapi paralonggya gak tll tinggi sih...

      Hapus
    3. bisa saja sih, cuma tentunya pipa nggak bisa dipindah pindah.

      Hapus
  32. Pak Teguh,

    Mau tanya, cara menyirami vertikultur ini dari atas pipa kah? atau tiap lubang di sirami? saya pikir klo tiap lubang agak sulit mungkin ya, karena air akan terbuang/tidak langsung ke objek. Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cara menyiramnya dari atas mbak.

      Caranya bisa pakai pipa kecil yg sudah dilubangi kecil2 disekeliling pipa dan ujung pipa disumbat. Kemudian pipa ditancapkan dibagian tengah pot pipa paralon dan dibenamkan sampai kedalaman 1/2 - 3/4 dari panjang pipa. Salurkan air (bisa ditambah pupuk) melalui pipa kecil tersebut. Cara ini efektif untuk pot paralon dalam jumlah banyak.

      Kalau jumlah pot paralon cuma sedikit (sebatas hobi), penyiraman bisa menggunakan botol plastik bekas 1.5 ltr. Caranya potong bagian bawah botol. Kemudian buat lubang2 kecil di sekitar leher botol. Benamkan sebagian botol dibagian atas pot paralon dengan posisi terbalik. Untuk menyiram, cukup tuangkan air pada bagian pantat botol yang sdh dipotong tersebut. Air akan merembes ke bawah melalui lubang2 kecil di sekitar leher botol. Cara ini sangat praktis dan hemat air karena air tidak mengalir/tumpah terbuang.

      Demikian mbak Sally, mudah2an bisa membantu.

      Hapus
  33. untuk media tanah yang digunakan untuk menanam,setelah panen apakah harus mengganti media tanahnya dengan yang baru pak?lalu total biaya tiap peralon,media tanah,dan nutrisi pupuknya berapa pak untuk 1 tonggak kira2 (harga 2013)..?suwun

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk media tanamnya tidak perlu diganti setelah panen. Cukup diolah lagi yaitu ditambah pupuk kandang dan sekam lagi.

      Kalau untuk harga paralon saya tidak tau kaerna paralon yang saya pakai adalah limbah bekas dari pengeboran. Tapi kalau untuk harga tanah gratis (ambil tanah dipekarangan), Sekam Rp.3000 dan pupuk kandangnya Rp. 5000.

      Nah kalau untuk nutrisi saya bikin sendiri, bahannya ikan teri basah Rp.5000, Air kelapa 4ltr gratis, EM4 Rp.26000 dan gula 15 sendok makan (ambil didapur/ gak tau harganya. Tapi nutrisi ini tidak akan habis untuk 1 tonggak paralon karena kalau diencerkan bisa jadi 100 ltr. Dan setiap nyiram cukup 1 ltr/tonggak dengan rentang waktu 4-5 hari sekali.


      Hapus
  34. Salam kenal pak Teguh, Pak kalo tanam cabe brp kg sekali panen perlubang/perpohon? Dan dalam setahun bs brp kali panen? Trimakasih bnyak pak teguh sdh berbagi ilmu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga pak Iskandar, Maaf pak, kalau untuk perhitungan berapa kg/pohon saya belum pernah menganalisa pak, karena sekedar hobi. Prinsip saya adalah bagaimana saya bisa bertanam dengan memaksimalkan lahan/pekarangan yang ada. Dan dengan vertikultur ini bisa terpenuhi.

      Tapi pertanyaan bapak terus terang membuat saya berpikir untuk melakukan percobaan menanam cabai lagi mulai awal untuk mengetahui berapa produksi cabai/pohon. Tapi mungkin perlu waktu beberapa bulan pak..

      Hapus
  35. Assalamulaikum,
    Mas mau naya lagi nih....setelah saya ikutin dan saya coba membuat vertikultur ada kendala dalam pelaksanaan yaitu tidak keseragaman dalam perumbuhan, umumnya tanaman yang bawah lebih subur, solusinya gimana ya????
    Jazakallahu Khairan
    Muslimin
    Pontianak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf telat balas mas (habis sakit2 hari). Ketidak seragaman pertumbuhan bisa karena hara yg terkandung dalam media tidak merata, paparan sinar matahari kurang atau karena proses pengairannya yg tidak bagus. Kemungkinan besar untuk kasus ini penyiraman yg kurang bagus yaitu media dibagian bawah kelembabannya terjaga sedangkan bagian atas lebih sering kekeringan. Kalau yg terjadi seperti ini, sistem pengairan perlu diperbaiki. Coba saja gunakan sistem tetes. Bisa menggunakan sumbu (prinsip kapiler), selang kecil dgn wadah air lebih tinggi (prisnsip grafitasi) atau selang kecil di bantu pompa dan timer.
      Kalau sekedar hobi saya sarankan sistem yg paling sederhana yaitu menggunakan sumbu. Bahan yg anda perlukan cuma botol 1.5 ltr + sumbu kain (sebaiknya kain flanel). Caranya, potong kain flanel menjadi sumbu sepanjang 2x panjang botol. Masukkan sumbu ke dalam botol melalui mulut botol sampai ke dasar botol. Sisakan sumbu yg diluar botol separohnya. Isi botol dengan air (+pupuk) sampai penuh. Taruh botol diatas pot paralon. Biarkan air menetes membasahi media tanam. Tetesan air akan merembes ke bagian bawah secara merata. Untuk mengatur kecepatan tetesan air dengan mengatur ukuran besaran sumbu. Usahakan media tanam sudah basah merata sebelum sistem ini diterapkan. Dengan sistem ini, media tanam yg sudah basah akan selalu tersuplai air tetes demi tetes sehingga kelembaban akan tetap terjaga. Selain itu dengan metode ini akan menghemat air dan pupuk karena tidak ada air yg terbuang. Yang penting usahakan botol jangan sampai kekeringan.

      Hapus
  36. pak mau tanya kalau media tanam yang baik untuk bawang merah ?.,
    soalnya setau saya kan bawang merah butuh media yang relatif remah/tidak padat.,
    kalau menggunakan pralon berdiri seperti itu pada bagian bawah pasti akan sangat padat karena tersiram air..,
    terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau untuk bawang merah saya belum pernah tanam(kebetulan belum tertarik utk mencoba), kalau untuk menghindari padatnya media tanam saya menggunakan pupuk kandang, tanah dan sekam mentah dengan perbandingan 1:1:1. Fungsi sekam mentah untuk mempertahankan media tetap gembur.

      Pipa paralon ini lebih banyak saya gunakan untuk tanam sayuran daun seperti selada, sawi, bayam, kangkung, seledri dan kemangi.

      Hapus
    2. kalau diberi tambahan arang bagaimana pak ?.,

      Hapus
    3. bisa saja, meskipun arang miskin unsur hara tapi dalam vertikultur ini unsur hara lebih banyak disuplai dari luar (penyiraman). Jadi prinsipnya dalam penanaman dengan pipa paralon (vertikultur) yang harus diperhatikan adalah media tanam poreus (tdk padat) dan suplai hara/nutrisi utk tanaman tetap terjaga.

      Hapus
  37. pengen coba, tapi sebelumnya mau tanya dulu,
    pipa paralon kecil buat penyiraman yg di tanam di tengah paralon besar, lobang kecil2nya berapa banyak? dan posisinya lobangnya sembarangan atau ada kira2 ketinggiannya?

    makasih jawabannya,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau untuk jumlah lubang kita bisa memperkirakan sendiri posisi lubang juga sembarang yg penting merata mas/mbak. Untuk kedalaman pipa bisa sampai 3/4 pipa, jadi kira2 posisi ujung pipa 1/4 dari dasar pipa besar. Yang paling penting diingat, lubang jangan terlalu besar cukup diameter 1-3 mm yg penting air bisa merembes. Karena kalau terlalu besar, air yg mengalir bisa melongsorkan media tanam.

      Hapus
    2. makasih sudah dijawab,
      berhubung saya kerja di luar kota dan hanya bisa pulang seminggu sekali atau dua kali, dan di rumah gak ada yg ngurus, mungkin gak air dalam paralon kecil itu bertahan utk waktu seminggu... :(
      pengen banget euiy, pas pulang lihat sayur ijo2 di halaman tumbuh subur...

      Hapus
    3. kalau untuk seminggu nggak bisa mbak. Kalau mau yg tahan seminggu lebih baik pakai wadah air ditaruh pusisinya lebih tinggi daripada paralon kemudian disambung dgn selang infus. Kemudian dengan gaya grafitasi air akan mengaliri media tanam, nah untuk frekwensi tetesan bisa diatur dgn selang infus tsb. Atau kalau mau lebih simple bisa pakai sistem kapiler yaitu siapkan botol plastik bekas (1.5 ltr), isi penih dgn air kemudian masukkan benang renda sampai dasar botol. Taruh botol di atas pot pipa paralon. Benang yg diluar botol diarahkan ke media tanam. Dengan gaya kapiler yg ada, air akan menetesi media tanam melalui benang tersebut.

      Hapus
  38. assalamualaikum... pak klo pake bambu dengan memotong jadi 2 trus posisi bambu memanjang tidur..apa bambu bagian bawah dikasih lubang buat pembuangan air siram.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikum salam. Iya mas tetap harus ada lubang pembuangan spy akar gak busuk. Tapi klo pake bambu paling utk sayuran daun aja.

      Hapus
  39. mantap pak.ijin menyedot ilmunya

    BalasHapus
    Balasan
    1. silahkan pak..makasih udah mampir

      Hapus
  40. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  41. Assalamualaikum,
    Saya minta ijin untuk share artikelnya.
    Saya masukkan ke blogku di http://vertikulture.blogspot.com/ , http://petaniteguh.blogspot.com/ dan http://vertikultur.wordpress.com/

    Syukron Katsiira.

    BalasHapus
  42. Assalamu'alaikum pak Teguh, mau tanya mengenai penempatan tanaman dengan sistem vertikultur ini. Apakah tidak masalah kalau diletakkan di halaman yang terbuka dan sering kena air hujan? Terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau kita bertanam dengan media tanah, terpapar panas maupun hujan tidak jadi masalah mbak. Karena tanaman memang memerlukan sinar matahari dan air. Tapi kalau untuk hidroponik, tentunya diusahakan diberi pelindung agar tidak terkena air hujan.

      Hapus
  43. Assalamualaikum.. salam mas teguh.. saya mau tanya kalau panjang paralon 2m apakah penyiraman air bisa merata, kalau menggumakan botol 1,5liter yg bawah hanya kebagias sedikit, trus kalau menggunakan pipa paralon yg dilubangi kecil2 tetesan tidak merata(yg bagian bawah bagus, sedang yg atas kurang) bagaimana menyiasatinya mas.. maaf banyak bertanya.. terimakasih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa 'alaikum salam warahmatullahi wabarakaatuh
      Kalau pipanya terlalu panjang memang nggak bisa rata ke bawah mas. Pipa saya panjangnya cuma sekitar 1.3 m. itupun untuk lubang paling bawah kadang tanamannya kalah subur dengan bagian atasnya (kalau diperhatiin dgn seksama). Saya juga pernah coba pakai pipa kecil ditengahnya, tapi karena lubang2 sekitar pipa terlalu besar akhirnya tanah malah ikut hanyut.

      Saran ini mungkin bisa dicoba (meskipun saya juga belum mencoba. Coba penjang pipanya jangan sampai terlalu ke bawah. Usahakan terbenam ke media separoh dari panjang pipa yg besar. Sehingga ketika air mengalir masih sempat memenuhi pipa kecil dan bagian atas media masih sempat kena rembesan air tersebut.

      Hapus
  44. Makasih atas share ilmunya mas, skrng sedang saya coba, mohon ijin di copy tulisan dan gambarnya. kalau ga keberatan, ingin beli juga biji cabai koleksi mas teguh, untuk koleksi di rumah. tks

    BalasHapus
  45. sama2 mas..silahkan aja kalau mau dicopy tulisan dan gambarnya. Semoga bermanfaat. Utk biji cabe kirim aja alamatnya, nanti sy kirimin. Gratis mas..tapi ga banyak. Yg penting bisa utk koleksi

    BalasHapus
  46. Pak Teguh, saya mau nanya. Udah 2 kali saya nanem bayem di vertikultur spt ini. Tapi kok ga numbuh2 gedhe, cuma sekecambah2 aja. Kira2 kenapa ya pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau sinar tercukupi, air juga tercukupi tetapi masih kerdil berarti media tanamnya miskin unsur hara. Coba medianya diganti. Air juga dicampur pupuk bisa organik atau anorganik

      Hapus
  47. pak teguh, utuk satu peralon bisa di tanami berapa macam tanaman? apakah hanya cuma 1 macam tanaman?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa bermacam macam tanaman mas, yg penting diperhatikan bagaimana unsur hara bisa terpenuhi

      Hapus
  48. pak teguh untuk cairan nutrisinya bisa gunakan seperti cairan hidroponik yang diracik.pupuk npk + gandasil D kebetulan itu yang ada.Mau buat mol susah cari EM4 nya ga ada yang jual.o ya bibit slada ditempat bapak ada dijual tidak soalnya diparepare susah dicari.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa mas, nah kalau benih selada coba aja beli online aja mas. Soalnya punya saya juga terbatas. Selama ini saya biasa beli online aman2 saja kok.

      Hapus
    2. Sedikit info, MOL bisa di bikin dari Nasi.
      Ini link tutorial nya http://dkwek.com/1079/membuat-mol-mikro-organisme-larut-dari-nasi-bekas/

      Semoga membantu. :)

      Hapus
    3. Makasih mas Teguh Asmara infonya..sebetulnya bisa juga buat MOL dengan tape. Link di atas linknya teman saya mbak Evyta..

      Hapus
    4. Iya, dari link diatas bisa juga di buat dari tape.
      tapi saya belum sempat bikin, rencana mau coba nanam bawang merah pake verticulture, tapi masih belum ada waktu dan dana. :)
      link diatas saya nemu dari googling cari info dunia vertikulture, cara nanam bawang merah dan pupuk.
      artikel blog anda yang ini, hampir setiap hari saya baca, buat cari tambahan ilmu, biar enak nanti prakteknya. :)
      terima kasih. :)

      Hapus
    5. Kalau mau yg organik bisa pakai MOL yg berbahan ikan mas..saya terapkan di cabai rawit hasilnya bagus. Tetapi nggak tau ya kalau untuk bawang merah. Tapi setau saya MOL berbahan ikan paling lengkap nutrisinya.

      Kalau saat ini saya baru mau nyoba tanam bawang merah dengan hidroponik. Nanti progressnya juga akan saya update di sini kok..

      Hapus
    6. wah, terima kasih saran MOL nya,
      Ngomong masalah cabai, saya juga sempat pingin nanam Chili Pepper (http://en.wikipedia.org/wiki/Chili_pepper) , karena saya dikasih tetangga, katanya hanya ada di Bromo, Cabe nya besar dan gemuk (sepertinya jenis habanero (http://en.wikipedia.org/wiki/Habanero), rasanya pedas nya beda sama cabai biasanya, saya suka.
      Satu Chili Pepper bisa jadi sambel satu cobek dan pedas sekali. :D
      Sudah coba menyebar bijinya di Pot tapi gak tumbuh2...padahal di dalam Pot sudah pakai Pupuk Kandang.... karena gak tumbuh2, jadi batal nanamnya.

      Wah ide menanam bawang merah dengan Hidroponik sempat pingin saya lakukan juga, cuman sumber di dunia maya kurang memadai, jadi jika anda mau mencoba nya, mantab sekali.
      apalagi lihat harga bawang merah sekarang di tempatku mahal, 2 sampai 3 kali harga bawang putih. :)

      Hapus
    7. Mas Teguh, untuk menyemai biji habanero atau cabai2 superpedas lainnya memang perlu perlakuan yg beda dengan menyemai cabai rawit biasa. Penyemaiannya sebaiknya pakai rockwool atau sekam bakar. Sebelum disemai benih direndam dulu. Untuk penyemaian bisa sampeyan baca di seputar cabai. Di situ ada artikel tentang cabai habanero. Kalau sampeyan mau tanam, kirim aja alamatnya nanti saya kirimin barang sedikit.

      Hapus
    8. Owh gitu, pantesan tidak bisa tumbuh, terima kasih ilmunya.

      Terima kasih atas tawarannya, sementara masih mau nyoba bawang merah dulu.
      kebetulan sudah dapat paralon 4" bekas, mau saya coba praktekan, tinggal cari waktu dan bahan lainnya.

      Hapus
    9. Selamat mencoba mas...tetap semangat

      Hapus
  49. Mua tanya, kalo pake NPK + Gandasil D berapa perbandingannya saat dilarutin di air. Terima kasih atas bantuannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Npk 15 gt + gandasil 10 gr dicampur 10 ltr air. Atau npk 1 sdk makan + gandasil d 1/3 senfok maksn utk 1 ltr air. Ini nutrisi alternatif saat ga ada nutrisi khusus hidtoponik. Tapi klo hasil tetap leboh bagus nutrisi hidroponik.

      Hapus
    2. Klo ngasihnya berapa hari sekali pak, ini kan saya bukan buat hydroponik. :)
      Yang bapak kasih itu takaran buat hidroponik kah?
      Makasih pak atas masukannya.

      Hapus
    3. Ooo iya mas itu takaran buat hidroponik. Klo konvensional saya malah belum praktekkan krn saya biasa pakai sistem organik. Pupuknya berupa pupuk cair buatan sendiri.

      Hapus
    4. Soalnya saya liat di vertikultur punya pak Teguh, tanaman seladanya subur2 banget. Sedang punya saya, pada kuntet2 dan malah bagian bawah sangat lambat pertumbuhannya. Sarannya donk pak, Takaran media, dan pupuknya seperti apa?

      Hapus
    5. Usahakan media tanamnya poreus, utk campuran bisa gunakan sekam, pukpuk kandang/kompos dan tanah. Fungsi sekam untuk membuat tanah tdk padat. Perbandingan bisa 1:1:1

      Utk pemupukan saya gunakan MOL buatan sendiri. Pemberian mol 2-3 hari sekali dgn cara dikocorkan kemedia tanam.

      Yg perlu diongat adalah :
      - tanah kgn sampai terlalu padat
      - jaga kelembaban media, jgn sampai kekeringan.

      Hapus
  50. Sekedar share saja....

    Melubangi pipa ternyata butuh waktu lumayan lama ya...
    Saya satu pipa bekas, yang panjangnya 1 meter dan saya beri 62 lubang, itu butuh waktu 4 jam-an... >.<

    dan melepas bagian pipa pvc yang bulat2 di dalam Hole Saw ini yang memakan waktu mayan banyak, susah melepasnya.

    Sampai sekarang, hanya bisa membuat rak kayu tempat menaruh pot pot pvc nya, dan satu pipa yang selesai di bor.
    masih ada satu pipa lagi, tapi waktu luang saya hanya hari minggu, masih harus nunggu minggu depan untuk melanjutkan proyek vertikultur nya.

    Rencananya saya buat otomatis menyiram jika kelembaban tanahnya berkurang, saya kasih sensor kelembaban , timer dan pompa air. (rencana bikin sendiri, krn saya juga hobi elektronika)

    BalasHapus
  51. bapak teguh yang terhormat mohon sudi kiranya di upload foto bawang merah yang sudah keluar tunas nya dan beranak pinak ....sebelumnya sya ucapkan banyak terimaksih

    BalasHapus
    Balasan
    1. ma'af, anda tanya ke saya atau pemilik blog??
      namanya kebetulan sama. :D

      Kalau saya, bawang merahnya belum beranak pinak, bawang merah jika tanam dari umbi, butuh waktu 3 bulanan untuk beranak pinak.
      saat ini cuman sudah lebat daunnya saja.
      silahkan anda main ke blog saya di http://petaniteguh.blogspot.com/ untuk melihat foto foto nya.

      ps: sekalian ijin share blog ya ya mas teguh.... :D

      Hapus
    2. Pak Dadang, saya belum sempat nulis di blog lagi dan untuk gambar bawang merah belum bisa saya upload karena gambar yang ada belum menunjukkan bawang merah yang sudah beranak pinak.

      Hapus
  52. Mas Teguh emang kreatif...two tumbs up untuk mas Teguh

    BalasHapus
  53. wah akhirnya nemu juga blog yg mengupas tuntas tentang vertikultur..
    saat ni tgl dipraktekkan saja..

    btw sharing juga dunk saat ini hrga paralon 4 inch di tmpt kalian kena brp ?
    lau disini ane dapt merek wavin kena 110 rb, yg merek biasa warna krem kena 50 rb..
    gmn yg dkota2 sampean mas ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf klo harga pipa saya nggak tau. Kebetulan pipa yg saya pakai adalah popa limbah dari pemboran ukuran 5".
      Btw, utk pipa sebaiknya cari yg murah aja. Selain ringan dikantong juga mudah melubanginya.

      Hapus
  54. wah bagus sekali informasiny,ijinkan saya bergabung.saya senang dg lingkungan yg hijau...membuat hidup lebih bermakna

    BalasHapus
  55. Salam...
    Saya mau tanya, untuk bagian bwah paralon yang ditanam di cor apa perlu
    dilobangi untuk pembuangan kelebihan air siraman......
    Terima kasih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya pak...kalau saya bagian bawah memang tidak saya cor. Yang saya cor cuma sekeliling paralon saja

      Hapus
    2. Masalahnya di rumah saya sudah tidak ada halaman tanah,
      adanya halaman cor.
      Pembuangan kelebihan air saya bingung ngesetnya....

      Hapus
    3. Untuk penyiramannya gunakan botol yg dilubangi kecil2 aja pak. Caranya botol plastik ukuran 1,5 ltr dilubangi bagian lehernya dengan peniti atau jarum. Kemudian potong bagian bawah botol. Letakkan botol di bagian atas media dengan sedikit dibenamkan ke media dengan posisi kepala botol di bawah. Isikan air melalui bagian bawah botol yg sudah dipotong. Air akan merembes membasahi media. Biasanya air tidak sampai mengalir terbuang karena sebelum air terbuang sudah diserap tanaman atau menguap terlebih dahulu.

      Hapus
    4. Salam....
      Saya sudah mencoba menanam Bawang merah dengan biji dari bawang merah dapur. Pot setinggi 60 cm ada 5 buah dengan masing-masing lobang tanam 20 titik.....
      Sudah masuk minggu ke-3....pertumbuhannya lumayan bagus.
      Saya pake media Kompos bikin sendiri (TAKUKARA), pasir dan tanah dengan perbandingan 2 : 1 : 1.
      Untuk sistem penyiraman saya pakai teknis seperti punya Bapak.....
      Pot 1 dan 2 Umbi tanpa perlakuan
      Pot 3, 4 dan 5 Umbi dengan perlakuan perendaman.
      Hasilnya POT 1 dan 2 bertunas 100 % dalam 2 minggu dan POT 3, 4, 5 bertunas dalam 1 minggu.

      Hapus
    5. Mantap pak Kos, semoga percobaan bawangnya bisa berhasil..tks atas sharingnya

      Hapus
  56. Kira2 kalo dipake nanam cabe bisa gak ya pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa, akan tetapi karena cabai tanamannya cukup besar maka jarak tanam harus diperhatikan. Selain itu kebutuhan hara juga harus tersuplai secara kontinyu

      Hapus
  57. allhamdullilah setelah membaca blog pak teguh saya langsung mencoba menanam brambang dan nutrisinya juga sesuai artikel yg pak teguh tulis , sampek sekarang sudah berumur 51 hr tapi ada kendala yaitu umbinya SENTIR ( bahasa daerah ponorogo ) umbinya kecil2 tidak bisa maksimal ....sudi kiranya p.teguh kasih masukan dan saran...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selain komposisi media tanam, apakah penyiraman juga ditambah nutrisi pak? Misalnya MOL atau POC. Karena kalau tanpa nutrisi tambahan sudah tentu tanaman akan kekurangan nutrisi karena keterbatasan unsur hara yg ada dalam pipa paralon.
      Maaf telat balas karena ga pernah bisa update blog, internet error pak

      Hapus
  58. Salam...
    Sy beruntung menemukan blog ini, sy banyak mendapatkan pengetahuan dr blog bapak. Sy mau tanya pak teguh, klo medianya menggunakan tanah urug yang warna merah seperti itu bisa tdk pak? berapa sebaiknya ditambahkan pupuk kandang dan sekam? Terimakasih pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tanah urug biasanya miskin hara pak dan kalau terlalu asam bisa ditambah kapur dolomit sedikit.Untuk memenuhi unsur haranya harus ditambah pupuk kandang. Adapun sekam untuk menggemburkan tanah. Perbandingan tetap saja pak 1:1:1 tetapi dalam aplikasinya nanti harus dibantu siram dengan POC/MOL.

      Hapus
  59. dasar tatakan pipax dikasih alas tau dilos kan aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. dasar pipanya di sumbat pakai sterefoam/gabus agar media tdk terhambur. Gabus dilubangi kecil2 utk membuang kelebihan air. Dengan begitu saat mau mindah2 tdk terlalu berat (karena terpisah dengan dudukan cor), tetapi media tanam juga tidak terhambur karena tertahan gabus.

      Hapus
  60. ijin share ya pak, alhamdulillah saya dapat ilmu banyak dari blog ini. kami bermaksud untuk membuat kebun sekolah bagi anak-anak SD, sepertinya media ini sangat cocok untuk variasi berkebun.semoga anak-anakini nantinya akan semakin menghijaukan indonesia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. silahkan...mudah2an anak2 murid nanti bisa mengembangkan kreasi bercocok tanam

      Hapus
  61. pipa kecil di dalam paralon itu diameter berapa ya pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pipa ukuran 1/2 inch pak/bu. Lubangnya kecil2 aja karena kalo kebesaran justru media akan hanyut keluar pipa.

      Hapus
  62. salam kenal pak,
    mau tanya kalo ngebor nya pake mata bor yang buat kayu apa bisa dan untuk dudukan biar tidak ambrol jika digeser atau dipindah apa mungkin diberi kawat nyamuk baja (ada g ya?) atau plastik tebal yang dilubangi. bagaimana menurut bapak?
    o ya pak ijin share alamat bapak ke temen2 di fb

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk melubangi pipa, kita bisa memakai hole saw yg utk melubangi kayu.
      Untuk dudukan cor, saya ga pakai kawat atau besi utk memperkuat dan alhamdulillah sampai sekarang tidak pecah meskipun sering dipindah2.
      Oh ..ya..silahkan kalau mau dishare. Saya akan sangat senang kalau artikel di blog ini bermanfaat buat orang lain

      Hapus
  63. Salam kenal ya pak. Mau nanya2 ya.
    -Teknik vertikultur bisakah dipakai pada paprika?
    Saya sering membiarkan biji paprika di tanah pekarangan, dan tumbuh. Apakah itu bisa dijadikan bibit?
    -Kalau ingin menanam kangkung scr vertikultur, bisakah dengan batang + akar yg diperoleh dr dapur (kangkung beli di pasar, lalu disiangi, batang+akarnya dipisahkan), lalu ditanam?
    Trims sebelumnya, pak.
    Trims ya pak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal mbak Neida,
      - Paprika bisa ditanam dengan sistem vertikultur ini. Paprika sejenis dengan cabai, dan diposting saya juga ada bertanam cabai dengan vertikultur.
      - Biji2 yg tumbuh bisa dijadikan bibit, tetapi untuk hasil tergantung dari kualitas dari bibit tersebut. Karena bibit cuma dari biji2 yang dibuang, tentunya kualitas tidak sebagus benih yang kita beli.
      - Bisa, tetapi kurang efektif. Lebih baik beli benih/biji kangkung eceran.

      Hapus
    2. Trims pak. Senang bisa belajar.

      Hapus
  64. Halo salam kenal pak Teguh, permisi tanya bapak jual bibit2 cabe yg pedas dari luar, juga benih sawi, kangkung dll. Berapa harganya dan bisa dikirim ke jakarta? Makasih pak. Maria

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal mbak Maria,
      kebetulan saya ga jual mbak. Biasanya kalau pas ada stok saya bagi2, tapi ini stok pas lagi kosong. Kalau untuk di jakarta ada om Abeng Chan di dekat blok M. Coba hubungi belau via FB atau masuk ke grup FB "Ayo Bertanam Cabe Dua". Nah kalau utk sayur2an coba ke www.petanirumahan.wordpress.com

      Hapus
  65. Saya sudah pernah nyoba kang, cuma kelemahannya adalah ketika musim hujan. tanah ikut melorot apabila tidak dibuatkan payonan. anjurannya sampeyan piye kang ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya gak pakai payonan, cuma saya usahakan media tanam poreus sehingga mudah mengalirkan air. Kemudian sebelum dilakukan penanaman, media kita siram sampai basah merata dan dibiarkan 2 hari. Ketika media melorot kita tambahain lagi medianya sampai penuh, baru kita tanamin

      Hapus
  66. pak teguh ,saya bisa minta no bapak?

    trimaksih pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini nomer saya bisa WA/call 082254621401

      Hapus